Feeds:
Pos
Komentar

Kala Pesta-Pesta

Tulisan ini kubuat JADUL (jaman dulu) sekaleeee….pernah lama kusangkutkan di blog komunitas SoAC (Sense of Aufklarung Community)…yang sekarang “matiee”..dan saat ini sengaja kuposting lagi di blog pribadi, dengan tujuan sebagai kenang-kenangan semata: kalau aku dulu ternyata pernah bikin tulisan kayak gini.

 

Kadang aku sering dibuat kikuk, malu, atau terheran-heran saat membaca file-file tulisanku yang lama kubiarkan terendap dan tak kusentuhkan ke orang lain.

 

Kok bisa ya aku dulu nulis kayak gini?…” pertanyaan itu menyelinap pas baca tulisan ini sekarang.

 

Tapi demi kemajuan kita bersama aku PeDe aja pas mutuskan posting naskah ini, meski sudah nggak relevan lagi temanya…(tahun baru lho masih 10 bulan lagi!!!)

 

……………………………………………………………………………………………………………

5 Km…..

9 Km…..

jauh 2 Q lari Cuma mw blg : Happy New Ye4r `07

by: NS ( 00:57:45)

 

I`m sorry for my miZtake aT last year, 2006. at this night, I want to say…. Happy New Year 2o_o7!!..

By: VT ( 00:37:45)

Sms di atas aneh. Sebab setelah di provokasi untuk menganggap tahun baru sebagai peristiwa biasa-biasa saja, malah balasanya ucapan selamat tahun baru. Lucu dan menggemaskan!!!…….

 

Bisa 2, tp smuany msh bs dperdebatkan! Trkdang idntts individu hrs mgalah/mmg kalah pd dorongan sosial! Sblm dmitolgss hrs ad dliberasi!

By: WD (00:42:45)

 

Realitas kadang terasa menyesakkan jiwa, But it`s a real live and society… A think we have same mindset…. Smoga kesadaran selalu bersama2 kita and orang y kta anggap berhura2

By: SB (00:23:45).

Saat menerima balasan ini, aku sempat me-reply. Kukatakan “Ok. Tp itu btk kegundahanku brtahn-thn. Ini tesisq: kayk yag diucapin H. Marcuse: manusia tlh trseret mnjdi manusia satu dimensi“. Akhirnya dia memberi balasan sekali lagi. Katanya :

A think that good… namun dlm realitas manusia… langkah riil and realitas tdk dpt dnafikkan… seradikal apapun pemikiran kita… oke thank..Alh…Apik

By: SB (00:44:45)

Salah seorang kawan yang “Marxism mindet” secara lugas mengomentari serangan tadi dengan style khasnya yang deterministik;

Ya, buang2 waktu. Mreka tdk mrayakaan kbebasan, mreka LARI DR KBEBASAN. Ksadaran yg branak-pinak dr MODAL. Buruh dtindas, ksadaran mans dhempas.

By: ALN (00: 29:45)

 

Kurayakan kbebasan dgn komitmen n` ksadaran, tp olh kaum feodal kolot dsebut tak brmoral. So, kutrtwakan sja mreka yg brbuat n` mmilih tnpa pakek otak. Kolot.

By: ALN (00: 29:45)

 

Jka moral adlh stndar, mka ia bkan agama. Tnpa agama yg slalu manipulatif, org bs bmoral, tau baik-buruk dgn otak. Tahun bru lmayan utk mrevisi otak.

By: ALN (00: 29:45)

Sampai balasan ketiganya, aku sempat menyela dengan memberi perspektif lain. Dalam sms ku kunyatakan, “mengabsolutkan manusia k sudut mnapun berarti penghianatan thdp hakekat kamanusiaan lain, dan yg lbh parah lg berarti pengabsolutan diri kita sbagai penilai yg absolut.” Tapi sekonyong-konyong dia langsung nyerocos;

Dlm kaitane dgn realitas, kbenaran tdk relatif. Kalo bnar, knapa takut triak? Cari posisi ‘safe’, prgmts-oprtunis? Tkut msuk pd ptentngan ato bphak?

By: ALN (00:37:45)

 

U btuh mkan n pnuhi kebtuhan nyata, aplagi kbnyakan rkyat miskin -mau u relatfkan? Tu universal, absolut. Marx ga plu spt ….. yg ntu2pi yg mutlak tu

By: ALN (00:46:45)

 

Posmo sdh bngkrut sjak Marx mbantah Hegel. Sjarah mrangkak k muara sjatinya, kbnaran. Mmaafkn realitas salah dgn dalih relativism? Ato otak msh beku

By: ALN (00: 42:45)

Namun juga ada yang sepakat tanpa banyak komentar lagi;

Aku br bngn tidur. Gk tahu smsmu. Ya, mmng gtlah.

By: HU. M (06:39:45)

 

Yup. Q dkung_q DUKUNG `tp.. Ah kk Afif, Q jd mrsa trsindir jg, he2 sampan se smsx g dr kmrn2 to td pgi, eh kk lg…………..

By: NT (00: 24:45)

 

G prlu kluar. Cz Q dah da dluar n` yg Maz sebutin trmsk kriteriaq mlm ni. Q brsh, brjuang melawan cuaca yg dngn ni, demi mnymbt taoen br yg g` brrti..Q dukung!!

By: AG (00:57:45)

Kali ini giliran yang tidak sepakat. Kelihatan sekali kalau mereka sedang merayakan pesta “gila” itu dan merasa “kebebasannya” diusik oleh orang yang sok-sok-an. Coba perhatikan;

So What Gitu Loh…!!

By: SP (00: 23 45)

 

Hm, blm tdr Mr. “dh”? knp kau sntimen dg mrk? It adlh knytaan yg mang hrs qt liat n sksikn! It adlh cr mrk dlm exprskn `ksdrn` mrk. Dmkian pl qt yg bkn gol mrk…..

By: PTA (00:45:45)

 

Akhirnya bukan drama kehidupan bila tidak ada yang lucu dan menggelikan dari aktor-aktornya. Persis seperti apa yang dikatakan oleh Erving Goofman dalam konsep dramaturginya. Lihat dari ungkapan-ungkapan berikut;

Demitologisasi itu apa?……………….

By: NR (06: 42:45)

 

Bukanx aq mrasa dhlangi tp aq sdar klo aq tak pny k`kuatan tuk kluar. Sblum smsmu aq dah t`tdr pulas m`nyrah tuk m`manfaatkan kbaikan telkomsel. TANGI…

By: WD (00: 06:09:45)

Lanjut Baca »

Menggugat Sahabat

Persahabatan dalam teropong Derridarian

“Apa kabar kawan, long time no see…”

(Steven `N coconutTriez)

 

Coba dengarkan lagu di atas dengan khidmat sambil menikmati film terbaik 2006 versi FFI, “ESKUL”. Mendengarkan bukan hanya pada kekhasan alunan musik reggae-nya, atau kekaguman yang sangat terhadap “mahdzab” Rastafarian. Pun, menonton filmnya bukan hanya dilandasi rasa penasaran atas kontroversi film yang diduga melakukan “plagiasi” ilustrasi musiknya dengan film “Kingdom of Heaven” atau “Gladiator”, dan sederet film kolosal lainnya itu.

Tapi benar-benar dengan ikhtiar untuk membangun satu dunia tersendiri yang sengaja kita ciptakan untuk mengafirmasi segenap tegangan demi tegangan yang (juga) sengaja kita buat dan kita dirikan pondasinya di bibir jurang “chaos“, dan penuh polemik dalam ranah kognitif kita. Maksudnya, kita wajib menikmatinya dengan kadar negative capability (skeptisisme) yang benar-benar mumpuni!

Ya memang. Secara langsung nggak ada hubungannya. Lha wong konteksnya aja sudah jauh berbeda. Tapi di balik itu sebenarnya ada sesuatu yang mirip dan mewujud implisit dalam sebuah benang merah yang tipis (walau menampakkan dirinya dengan kontradiktif).

Saya pun awalnya seperti itu. Namun saat saya lamat-lamat menyimak keduanya, saya berhasil menyatukan roh “ide” fundamental dari balik keduanya: PERSAHABATAN, PERTEMANAN atau PERKAWANAN, dan segala terminologi sejenis.

Bedanya mungkin si Steven (vokalis Steven N Coconuttriez) berada dalam suasana menggembirakan dan “menguntungkan” karena sedang menyambut (atau disambut) oleh kawan-kawan karibnya, sehingga dalam penuturannya dalam sebuah acara talk show (Kick Andy), hal itu turut memicu spiritnya untuk berkreasi lebih lanjut. Lanjut Baca »

Ala Kembang Pete

“…Kuberikan padamu setangkai kembang pete, tanda cinta abadi namun kere…”

(Iwan Fals)

Petikan syair di atas merupakan salah satu ekspresi kegundahan seorang Iwan Fals melihat distorsi makna cinta oleh glamournya tanda zaman global yang makin mengkerdilkan arti tulusnya cinta itu sendiri. Jutaan pemuda yang sedang mabuk cinta begitu mudahnya mengatakan “aku cinta kamu” tanpa sadar dengan tendensi di baliknya. Apalagi pernyataan “verbal” tersebut dibarengi dengan pemberian sesuatu (benda), yang seolah menjadi pra-syarat (parameter) kelengkapan tulusnya ekspresi afeksi seorang manusia terhadap lawan jenisnya….

(Terima kasih buat Redaksi SURYA yang berkenan merilis naskah ini)

selengkapnya…http://www.surya.co.id/web/index.php/Opini/

Terima(hlah) Kasih

Untuk seluruh penulis yang telah mengajariku mengobati luka diri dengan menulis.

Terima kasih.

Buat Bonari Nabonenar, terima kasih mencantumkan ini di antologi: Cinta Merah Jambu.

Ini sekedar penawar diri.

Terima(hlah) kasih.

Aku Ingin Sederhana

Beberapa hari ini, saya dibikin pusing oleh seliweran poster, pamflet, maupun iklan yang menyerukan perayaan hari Valentine pada 14 Februari nanti. Inilah salah satu “ritus” anak manusia yang paling konyol sekaligus memuakkan. Sebuah ekspresi peradaban (yang katanya berlabel modern) yang kaya akan selebrasi namun sungguh miskin substansi.

Kegilaan para insan pemuja cinta (meminjam bahasa Gibran) itu selalu memuncak saat dihadapkan pada momen-momen tertentu yang dianggap sakral dan harus diperingati dengan ritual yang tidak biasa: hari Valentine. Lanjut Baca »

cINTa sENJa

KETIKA CINTA SELALU BERBOHONG DENGAN KEKAGUMAN…SAATNYALAH KATA-KATA MENUJU SENJA…

Miss You Grand Ma…

Paling tidak ada dua narasi yang menggugah saya untuk menuliskan kisah ini. Pertama, tulisan dari anak-anak boulevard ITB (pemilik web http://boulevarditb.blogspot.com) yang saya “comot” dari sebuah milis jurnalisme sekira akhir September 2007 lalu. Salah satu kontributor blog itu menulis tentang detik-detik terakhir pertemuannya dengan jenazah sang nenek yang hendak dimakamkan. Gaya tuturnya begitu satir, sehingga mengesankan ada ironi: ia sebenarnya ingin mengabarkan kepiluan, tapi diksi-diksinya begitu benderang, seolah ia menulis soal keriangan sehabis berdarma wisata.

Dan memang tidak ada yang lebih menyedihkan saat menghadiri sebuah pemakaman selain melihat langsung “pelepasan” sang jasad dalam liang kubur. Sebab di situlah benar-benar tercermin harapan dari semua yang hadir bahwa sang jasad itu mampu merengkuh restu bumi.

Dia menceritakannya seperti ini,

“…Kami menerima jenazah dan menurunkannya perlahan, membaringkannya sedemikian rupa (“mukanya mesti nyentuh tanah”), membuka semua ikatan kainnya, lalu menyempalkan bulatan-bulatan tanah ke bawah Eyang. Lanjut Baca »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.